Baiklah, ini dia kisah dracin pendek berjudul 'Air Mata yang Membakar Doa' dengan permintaan Anda: **Air Mata yang Membakar Doa** Sunyi merayapi kamar Lin Mei seperti kabut di puncak Gunung Tai. Di kehidupan ini, ia adalah seorang perancang busana muda berbakat di Shanghai, namun mimpi-mimpinya selalu dipenuhi bayangan istana megah, perhiasan giok, dan **SAKIT** yang tak tertahankan. Setiap kali ia menggambar sketsa gaun pengantin, air mata tanpa sadar menetes, membasahi kertas dengan pilu yang aneh. Ia tidak mengerti mengapa. Ia hanya tahu, setiap garis yang ia torehkan terasa seperti *MEMORI* yang terkubur. Suatu hari, saat mengunjungi pameran artefak kuno, Lin Mei terpaku di depan cermin perunggu berukir naga. Sentuhan dingin logam itu membangkitkan penglihatan yang jelas: ia, Putri Lian, berdiri di depan cermin yang sama, mengenakan mahkota phoenix, air mata mengalir di pipinya. Di belakangnya, seorang pria, *yang wajahnya tak terlihat*, mengulurkan tangan… bukan untuk menghapus air matanya, melainkan untuk menusukkan belati ke jantungnya. Beberapa hari berikutnya adalah badai ingatan. Ia mengingat persahabatan palsu Selir Yun, bisikan-bisikan racun, dan pengkhianatan cinta pertama, Pangeran Wei. Pangeran Wei, yang ia percayai sepenuh hati, ternyata bersekongkol dengan Selir Yun untuk merebut tahta. Putri Lian, dianggap penghalang, harus *LENYAP*. Kemarahan membakar di dada Lin Mei. Namun, ia bukan lagi Putri Lian yang lemah dan naif. Ia adalah Lin Mei, seorang wanita modern dengan kekuatan dan kecerdasan. Balas dendam tidak akan ia lakukan dengan pedang dan racun, melainkan dengan pilihan. Sebuah tawaran datang dari keluarga Wei yang berkuasa – keluarga Pangeran Wei di kehidupan lampau. Mereka ingin Lin Mei merancang gaun pengantin untuk putri mereka, gaun yang akan menentukan masa depan dinasti mereka. Lin Mei menerima. Ia merancang gaun yang ***SANGAT INDAH***, memukau, dan sangat… *rentan*. Benang sutra terhalus, mutiara terbaik, dan bordir yang rumit menyembunyikan kebenaran: setiap jahitan mengandung mantra yang ia pelajari dari mimpi-mimpinya, mantra yang akan mengikat kekuatan keluarga Wei, memperlambat ambisi mereka, dan memastikan bahwa dinasti mereka akan menjadi… *biasa saja*. Di hari pernikahan, Lin Mei menatap Putri Wei dari kejauhan. Putri itu tersenyum, tidak tahu bahwa gaun yang ia kenakan adalah mahkota duri yang akan memenjarakannya. Lin Mei berbalik dan berjalan menjauh, meninggalkan kemegahan dan intrik di belakangnya. Balas dendamnya telah usai, *namun BUKAN BERARTI SEGALANYA TELAH USAI*. Ia akan terus hidup, terus berkarya, terus mengingat, dan suatu hari nanti… kebenaran tentang siapa yang ia khianati di kehidupan lampau akan terungkap sepenuhnya, bahkan jika butuh seribu tahun lagi! …dan pada saat itu, penyesalan mereka akan *TERASA SANGAT NYATA*.
You Might Also Like: 41 Innovators Behind Major Agricultural

Share on Facebook