Dracin Terbaru: Aku Menari Di Pesta Kemenanganmu, Tapi Hatiku Sudah Kalah.
Aku Menari di Pesta Kemenanganmu, Tapi Hatiku Sudah Kalah.
Lampu-lampu kristal berdansa di langit-langit aula, memantulkan gemerlap gaunku. Sutra merah anggur yang memeluk tubuhku, terasa seperti beludru yang membungkus duri. Musik mengalun merdu, mengiringi langkah-langkahku yang gemulai di lantai dansa. Aku tersenyum, senyum yang terlatih sempurna, senyum yang menyembunyikan badai di dalam dadaku.
Ini pestamu, Li Wei. Pesta kemenanganmu. Kemenangan atas proyek besar yang kau rebut dari perusahaan keluargaku. Kemenangan atas hati yang sudah lama kuserahkan padamu. Aku menari, berpura-pura bahagia, sementara hatiku menjerit pilu.
Dulu, pelukanmu adalah tempatku berlindung. Hangat dan aman. Sekarang, terasa seperti racun yang perlahan membunuhku. Dulu, bibirmu membisikkan janji setia. Sekarang, kata-kata itu berubah menjadi belati yang menusuk-nusuk ingatanku.
Aku ingat, jelas sekali. Sore itu, di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran, kau menggenggam tanganku erat. "Akan kulindungi kamu selamanya, Mei Lian," bisikmu. Selamanya. Kata itu sekarang terasa seperti lelucon kejam.
Kulihat kau di kejauhan, tertawa lepas bersama wanita itu. Putri dari keluarga Zhang, pesaing bisnis terbesarku. Wanita yang sekarang berdiri di sampingmu, memegang erat lenganmu, mengambil tempatku.
Aku menarik napas dalam-dalam. Elegansi adalah senjataku. Ketenangan adalah perisaiku. Tidak akan kubiarkan mereka melihatku hancur. Tidak akan kubiarkan mereka merasakan puas.
Aku mendekatimu, senyumku semakin lebar. "Selamat, Li Wei," ujarku, suaraku setenang air danau yang tenang. "Kudengar proyek ini sangat menguntungkan. Sangat menguntungkan."
Kulihat kebingungan di matamu, kilatan rasa bersalah yang cepat kau sembunyikan. Bagus. Biarkan itu menghantuimu.
"Mei Lian, aku..."
"Tidak perlu berkata apa-apa," potongku, tanganku menyentuh pipimu, sentuhan yang dulu begitu intim, sekarang terasa hampa. "Aku mengerti. Bisnis adalah bisnis. Dan cinta... hanya sebuah permainan."
Malam itu, aku menari bersamamu, menari di atas kehancuran hatiku. Aku tertawa, aku bercanda, aku berpura-pura tidak melihat wanita itu menatapku dengan tatapan kemenangan.
Balas dendamku bukan dengan darah, Li Wei. Balas dendamku adalah dengan penyesalan yang akan terus menggerogoti hatimu. Aku tahu rahasia perusahaanmu. Aku tahu celah yang kau gunakan untuk memenangkan proyek ini. Dan aku akan memastikan, perlahan tapi pasti, kerajaan yang kau bangun akan runtuh.
Aku tidak akan membunuhmu. Aku hanya akan memastikan kau tidak pernah bisa melupakan rasa sakit ini. Aku akan memastikan kau selamanya mengingat malam ini, malam di mana kau kehilangan segala-galanya.
Saat aku meninggalkan pesta, kulihat bayanganmu berdiri di ambang pintu, menatapku dengan tatapan yang sulit kubaca. Aku hanya tersenyum, senyum yang tidak akan pernah lagi kau lihat.
Cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama, bukan? Atau... mungkinkah yang kurasakan selama ini hanyalah dendam yang dibungkus dengan cinta? Aku tidak tahu. Dan mungkin, aku tidak ingin tahu.
You Might Also Like: 0895403292432 Cari Skincare Aman Ini