Ini Baru Cerita! Rahasia Yang Menyeret Dua Dinasti
Hujan dan Dendam
Hujan menggigil membasahi atap paviliun Istana Timur. Bulir-bulir air merayapi kain sutra yang dulunya berwarna cerah, kini kusam dan berdebu, seolah ikut merasakan kepedihan yang merundung Nyonya Besar Hua, Xiao Ling. Lima belas tahun. Lima belas tahun sejak malam pengkhianatan itu, saat janji-janji abadi hancur berkeping-keping di bawah pedang yang berlumuran darah.
Dulu, ia adalah Xiao Ling, putri terkasih Jenderal Besar Hua. Sekarang, ia hanyalah bayangan, hantu dari masa lalu yang dipenjara di dalam istana yang megah namun terasa hampa.
Langkahnya pelan, menyeret di atas lantai marmer yang dingin. Di tangannya, ia menggenggam lentera. Cahayanya nyaris padam, bergoyang lemah melawan terpaan angin malam. Simbol rapuhnya harapan? Mungkin. Atau mungkin juga, simbol kobaran dendam yang diam-diam ia rawat.
Di kejauhan, terlihat sosok gagah berdiri di bawah gerbang bulan. Kaisar Li Wei. Dulu, ia adalah Li Wei, kekasihnya. Sekarang, ia adalah Kaisar Li Wei, pengkhianat yang merebut tahta dan membantai keluarganya.
Xiao Ling berhenti. Mereka saling bertatapan. Mata Li Wei dipenuhi penyesalan yang tulus, namun Xiao Ling hanya melihat KEKEJAMAN. Bayangan mereka memanjang di bawah cahaya lentera yang redup, terpisah oleh jarak yang tak terukur. Dulu, bayangan itu menyatu, menari dalam harmoni cinta. Sekarang, bayangan itu patah, terbelah oleh trauma dan kebencian.
"Xiao Ling…," bisik Li Wei, suaranya serak.
Xiao Ling tidak menjawab. Ia hanya mengangkat lentera lebih tinggi, memperlihatkan wajahnya yang pucat dan keras. Bibirnya melengkung sinis.
"Apakah kau bahagia, Kaisar?" tanyanya, suaranya dingin seperti es.
Li Wei menunduk. "Kau tahu aku tidak bisa bahagia tanpamu."
Xiao Ling tertawa hambar. "Kebahagiaanmu dibangun di atas puing-puing keluargaku!"
Ia mendekat, langkahnya mantap. Lentera di tangannya bergoyang liar, menerangi matanya yang berkilat dengan tekad.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup tenang setelah apa yang kau lakukan?" bisiknya, suaranya menusuk.
Li Wei mengangkat kepalanya. "Apa maksudmu?"
Xiao Ling tersenyum tipis. "Selama lima belas tahun, aku telah merencanakan semuanya. Setiap langkah, setiap kata, setiap senyuman."
Lentera di tangannya akhirnya padam. Kegelapan menyelimuti mereka.
"Setiap orang berpikir aku menderita... Tapi mereka salah. Aku lah yang mengendalikan permainan ini."
Xiao Ling mendekat ke telinga Li Wei dan berbisik...
"Tahukah kau, Kaisar? Sebenarnya, putra mahkota bukanlah darah dagingmu."
You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Alami Untuk_19