Dracin Terbaru: Mahkota Itu Dicuri Saat Upacara, Dan Semua Orang Menyebutnya Keajaiban
Mahkota Itu Dicuri Saat Upacara, Dan Semua Orang Menyebutnya Keajaiban
Di bawah bulan sabit yang mengingat setiap bisikan nama, di dunia manusia yang fana, Istana Giok bersinar gemerlap. Lentera-lentera air berpendar di Sungai Qiantang, menari mengikuti alunan melodi seruling bambu. Malam ini, malam penobatan Putri Lian untuk menduduki tahta.
Namun, keajaiban (atau malapetaka?) terjadi.
Saat Putri Lian maju untuk menerima Mahkota Bintang, MAHKOTA ITU HILANG! Terbang, lenyap, tak berbekas.
Keheningan memekakkan telinga.
Lalu, bisikan. "Keajaiban!" "Kutukan!" "Pertanda buruk!"
Di dunia roh, Arvata, dunia yang tersembunyi di balik tirai mimpi, bayangan-bayangan menari lebih liar dari biasanya. Bayangan-bayangan itu berbicara, meriwayatkan kejadian di dunia manusia, seolah mereka adalah saksi bisu dari sebuah drama kosmik.
Di Arvata, seorang wanita bernama Elara terbangun dengan ingatan yang palsu. Ia seorang pengembara tanpa masa lalu yang jelas, dihantui oleh fragmen mimpi aneh tentang seorang putri, sebuah mahkota, dan tatapan mata yang menyimpan lautan kepedihan.
Elara tidak tahu bahwa ia adalah reinkarnasi Putri Lian. Kematian Lian di dunia manusia bukanlah akhir, melainkan awal. Sebuah awal untuk takdir yang jauh lebih besar, yang terjalin antara dunia manusia dan dunia roh.
Petunjuk pertama muncul dalam mimpi: lentera air berukirkan nama "Kai". Kai, seorang pemuda misterius dari dunia manusia, seorang tabib dengan mata selembut sutra dan senyum yang menyimpan rahasia.
Elara kembali ke dunia manusia, menyamar. Ia bertemu Kai. Perasaan aneh menggelayuti hatinya. Keakraban yang mengusik, seolah mereka pernah hidup dalam jutaan kehidupan bersama.
Bersama Kai, Elara menyelidiki hilangnya Mahkota Bintang. Mereka menemukan konspirasi yang merentang antara kedua dunia: sebuah rencana untuk mencuri kekuatan Mahkota, untuk membuka portal antara dunia manusia dan Arvata, dan untuk menjerumuskan kedua dunia ke dalam kekacauan.
Semakin dalam mereka menggali, semakin banyak kebenaran terungkap. Ingatan Elara mulai kembali. Ia ingat cinta Kai, pengorbanan Kai, dan pengkhianatan... dari seseorang yang sangat dekat.
Ternyata, dalang di balik semua ini adalah Pangeran Rui, saudara Lian sendiri. Ia menginginkan tahta, ia menginginkan kekuatan Mahkota, dan ia bersedia melakukan apapun untuk mendapatkannya.
Yang lebih mengejutkan, kematian Lian sebenarnya diatur oleh Rui. Ia menyamar sebagai kekasih yang setia, namun ia meracuni Lian sedikit demi sedikit, merencanakan kematiannya agar ia dapat merebut tahta.
Kai mengetahuinya, dan berkorban untuk melindungi Lian, namun terlambat.
Elara dihadapkan pada pilihan yang sulit. Balas dendam? Atau menyelamatkan kedua dunia?
Di saat-saat terakhir, Elara menyadari bahwa cinta Kai yang sejati, cinta tanpa syarat, adalah kekuatan yang dapat melawan kegelapan. Ia menggunakan ingatan tentang cinta itu untuk memulihkan Mahkota Bintang, untuk menutup portal, dan untuk mengalahkan Rui.
Di akhir, Elara kembali ke Arvata, bukan sebagai pengembara tanpa masa lalu, melainkan sebagai Ratu yang bijaksana. Ia berjanji untuk melindungi kedua dunia, dengan ingatan tentang cinta Kai yang selalu menyala di hatinya.
Siapa yang benar-benar mencintai, dan siapa yang memanipulasi takdir? Jawabannya tertulis dalam tetesan air mata bulan.
Namun, benarkah Rui adalah satu-satunya yang bersalah, atau ada kekuatan yang lebih besar yang menarik benang takdir dari balik layar?
Dan bisikan angin berdesir: "Eksistensi bukanlah akhir, ia hanya peralihan."
You Might Also Like: Cerpen Terbaru Senyum Yang Tak Sempat